Kamis, 10 Mei 2012

Lebih Hebat Mana Anggota DPR dibanding Nabi?

Ada seorang anggota DPR yang mendatangi seorang Kyai untuk suatu keperluan. Seorang anggota DPR yang baru saja diangkat dan tengah bangga-bangganya dengan jabatannya tersebut. Maka terjadilah dialog antar mereka sbb;
Anggota DPR ( singkat saja ADPR): “Pak Kyai, saya mohon kyai dapat menjawab pertanyaan saya dengan jujur. Saya dengar bapak adalah seorang  alim ulama yang terkenal dengan kearifannya.”
Kyai: “Insyaallah nak”
ADPR: “Lebih hebat mana saya sebagai anggota DPR dengan jabatan RT, RW atau Camat?”
Kyai: “Jelas lebih hebat anda nak, sebab anda kan anggota DPR” Jawab Pak Kyai cepat.
ADPR: “Kalau begitu lebih hebat mana saya dengan Gubernur dan para Menteri ?”
Kyai: “Wah..masih hebat anda lah nak..”
ADPR: “Kalau begitu lebih hebat mana saya dengan Presiden pak..?”

Tanya anggota DPR tersebut dengan antusiasnya. Cuping hidungnya mulai melebar saking bangganya dengan jabatannya tersebut.
Kyai: “Hmm…saya pikir masih tetap hebat anda nak, karena andalah yang membuat peraturan, anda yang memberikan penilain atas Kinerja Presiden. ?”
Anggota DPR semakin bangga dan semakin puas dengan jawaban Pak Kyai. Kemudian dia menyambung lagi dengan pertanyaan.
ADPR: “Kalau begitu lebih hebat mana saya dengan KPK pak Kyai..?”
Kyai: “ Ini lagi..! Jelas lebih hebat anda lah nak. Bukankah Anda lah  yang menilai siapa-siapa orang-orang yang akan  duduk disitu. Kalian juga yang sanggup meng obok-obok mereka, sehingga kelimpungan dan lain sebagainya..”
“wah..bener juga pak Kyai ini”. Batin anggota DPR tersebut. Semakin menggeloralah kebanggaannya menjadi anggota DPR. Sebentar  dia diam. Kemudian  tiba-tiba mengajukan pertanyaan lagi dengan semangatnya.
ADPR:  “Heh..Pak Kyai..saya mau nanya sekali lagi nih. Lebih hebat mana saya dengan NABI ..?”
Pertanyaan yang  tak disangka membuat Pak Kyai tercenung sejenak . Kemudian beliau menjawab sambil menghela nafas getun.
Kyai: “Saya rasa tetap lebih hebat anda nak. Kalau NABI masih takut sama Tuhan. Sementara anda sama sekali tidak takut dengan TUHAN.”

Intisari:
Jika kita semua memiliki kesadaran yang sama, jika semua memiliki kesadaran bahwa kita semua akan diadili atas kinerja kita selama menjalankan roda pemerintahan kerajaan Allah SWT. Maka layaknya, jika kita semua sadar , kita akan memohon agar tidak diberikan jabatan saja.
Karena sungguh berat tanggung jawab itu.  Sungguh, jika mereka tahu akan adanya pengadilan dan penilaian atas kinerja mereka nanti, pengadilan akherat, adalah HARI PEMBALASAN atas kinerja atau perbuatan kita. Sungguh kita pasti akan memohon agar tidak diberikan tanggung jawab yang berat itu.
Dalam system pemerintahan kerajaan Allah SWT. Bukanlah jabatan yang
membedakan kedudukan kita di mata Allah. Bukanlah pangkat atau
golongan. Dan bukan pula banyaknya upah (kekayaan) yang kita
terima, yang membedakan derajat kita.
sumber: hikmah jumat, dzikrullah

Read more: suryawardana.com